Pasti
sebagian dari teman-teman belum tau, mengenai sejarah dari shalat Tahajjud
apakah ada atau tidak, sebaliknya kebanyakan orang hanya mengetahui Shalat
Tahajjud saja dibanding dengan sejarahnya. Saya tidak terlalu basa-basi
intermezo pada hari ini mari kita ke pembahasannya. Asal muasal shalat Shalat
Tahajjud disyariatkan kepada Rasulullah Saw setelah turunnya surat al-Muzammil.
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut
tentang sejarah shalat Tahajjud, kita perlu memahami asbabun
nuzul (sebab turunnya) surat
al-Muzammil, dan tujuan diturunkannya surat tersebut secara umum.
Dalam
kitab Tafsir Fi Dzillalil Qur’an, Sayyid Quthub menceritakan secara kronologi dan latar belakang
turunnya surat al-Muzammil. ia menulis bahwa ketika Rasulullah Saw menerima
informasi tentang berkumpulnya para pembesar Quraisy di balai pertemuan Darun
Nadwah, ketika mereka sedang mengatur siasat untuk menentang Rasulullah
Saw dan mematahkan dakwah yang dibawanya, saat itu, Rasulullah Saw. hanya
berdiam diri lalu menarik baju luarnya rapat ke badanya sambil merebahkan diri.
Ketika itu datanglah Malaikat Jibril As. Menyampaikan surat al-Muzammil ayat
1-19. Setahun kemudian, turunlah ayat ke-20 yang berisi petunjuk tentang
meringankan cara ibadah, yakni shalat Tahajjud.
Sedangkan
Imam Ibnu Katsir menceritakan dalam
tafsirnya dengan gaya penulisan yang berbeda bahwak ketika Rasulullah Saw.
menghadaoi Quraisy yang sanga leluasa mengolok-olok beliau sebagai dukun, orang
gila, tukang sihir, bahkan sampai mengancam untuk membunuh beliah, Rasulullah
Saw. merasa sangat sedih. Kemudian, dengan hati terluka beliau termenung sambil
berselimut hingga datangalh Malaikat Jibril menyampaikan wahyu berupa surat
al-Muzammil.
Sementara
itu, menurut ulama tafsir yang lain, yakni Imam
al-Maraghi, jumlah ayat dalam surat al-Muzammil adalah 20, dan dirutunkan
di Makkah, kecuali ayat 11 dan 20, yang diturunkan di Madinah ketika Rasulullah
Saw. sedang menghadapi pembesar Quraisy yang selalu mengolok-oloknya. Tak lama
setelah peristiwa itu, terjadilah Perang Badar yang berhasil dimenangi oleh
kaum muslim secara mengesankan.
Jika
kita cermati sebab turunnya surat al-Muzammil tersebut, maka sejatinya ada dua
pokok pembahasan. Pertama, beratnya
tugas dakwah yang diemban oleh Nabi Muhammad Saw, baik pikiran maupun fisik,
namun juga mengancam keselamatan diri dan keluarganya. Itulah sebabnya, dalam
tugas dakwahnya itu, beliau sangat memerlukan kekuatan jiwa kokoh agar siap
menghadapi berbagai rintangan.
Kedua, hebatnya
rencan musuh yang dihadapi. Bahkan dalam beberapa peristiwa, para kafir Quraisy
merencakan pembunuhan terhadap Rasulullah Saw. secara matang. Kedua hal inilah
yang secara nyata menyebabkan beliau dirundung berbagai kegelisahan, kesedihan,
ketakutan, dan kekhawatiran.
Itulah
tadi ulasan mengenai sejarah singkat mengenai Shalat Tahajjud. Jika teman-teman
merasa bermanfaat dengan artikel ini maka segera mungkin di share kepada yang
lain. Karena pengetahuan itu lebaik di bagikan dibanding hanya di pendiam dalam
diri kita saja.

0 komentar:
Posting Komentar