Sebelum menjabarkan lebih lanjut arti dari sejarah singkat logika, saya ingin
memberikan perumpaan setiap penyelidikan permulaan suatu ilmu sudah lazim
dibuka dengan pembeciraan “Definisi”. Karena definisi yang bertugas sebagai
pembuka pintu tidak mengandung bahaya selama kita memandangnya, tempat
pengenalan sementara yang dapat digeser kearah kesempurnaan lebih lanjut.
Logika dalam bahasa yunani “Logos” yang berarti perkataan dan sabda sedangkan
dalam bahasa Arab “Mantiq” dalam kata kerja nataqa yang berarti berkata atau
berucap.
Lahirnya logika sebagai ilmu atas jasa
Aristoteles, Theprostus, dan Kaum Stoa. Kaum Sofis, Socrates, dan Plato dicatat
sebagai perintis lahirnya logika, dan logika dipergunakan pertama kali oleh
zeno dan zitium. Munculnya logika Tradisional diprakarsai oleh Aristoteles
meninggalkan enam buah buku yang oleh muridnya diberi nama Organon. Buku tersebut
adalah Categoride (mengenai
pengertian-pengertian), De Interpretatiae
( mengenai keputusan-keputusan), Analitica Priora
(tentang silogisme), Analitica Posteriora
(mengenai pembuktian), Topika
(mengenai berdebat) dan De Sophisticis
Elenchis (mengenai kesalahan-kesalahan berpikir). Theprostus
mengembangkan Logika Aristoteles ini, sedangkan kaum Stoa mengajukan
bentuk-bentuk berpikir yang sistematis. Buku-buku inilah yang menjadi dasar
Logika Tradisional.
Pada abad ke-2 Hijriah logika bagian yang
amat menarik minat kaum muslimin. Saat itu penerjemahan ilmu-ilmu yunani
kedalam dunia arab, sehingga menimbulkan pelbagai pendapat dalam masalah agama.
Ibnu Shalih haram mempelajari mantiq, Imam Al-Ghazali dan jumhur ulama
membolehkan bagi orang yang cukup akalnya.
Pada abad XIII – abad XV tampillah
Hispanus roger becon dan kawan-kawan, mengembangkan logika berbeda dengan
metode Aaristoteles yaitu logika modern. Berbagai macam penemuan-penemuan baru
pada abad XVII sampai abad XVIII. Pada abad XIX logika dipandang sebagai
peristiwa psikologis dan metodis. Nama-nama seperti Georg Boole, Bertrand
Russel dan Frege harus dicatat sebagai tokoh yang banyak berjasa dalam
kehidupan Logika Modern.

0 komentar:
Posting Komentar